Thursday, July 2, 2009

Air France Tidak Hancur di Udara


PARIS - Pesawat Air France yang hilang di Samudra Atlantik awal bulan lalu bersama 228 penumpangnya diyakini tidak hancur di tengah-tengah udara, namun menghantam perairan dalam keadaan utuh dan berkecepatan tinggi.

Pesawat dengan nomor penerbangan AF 447 itu hilang dalam penerbangan antara Rio de Janeiro ke Paris pada 1 Juni. Hingga kini penyebab pasti kecelakaan itu belum diketahui.

"Pesawat tidak hancur ketika terbang. Ia sepertinya menghantam permukaan air pada arah penerbangannya dan dengan sebuah akselerasi vertikal yang kuat," kata Alain Bouillard yang memimpin investigasi tersebut, seperti dilansir Reuters, Kamis (2/7/2009).

Dia mengatakan, pilot AF 447 telah tiga kali mencoba untuk menghubungi sistem data di ibu kota Senegal, Dakar, namun gagal. Diduga karena Dakar tidak pernah menerima rencana penerbangan pesawat itu.

"Ini tidak normal," kata dia.

Bouillard juga mengatakan pencarian rekaman penerbangan, atau kotak hitam, akan berlanjut hingga 10 Juli. Sebab kotak hitam itu memancarkan sinyal dalam batas waktu yang terbatas.

Sunday, June 21, 2009

Korban AF 447 Diberi Kompensasi

PARIS - Air France akan memberikan kompensasi kepada keluarga korban kecelakaan Air France AF 447 yang jatuh di Samudera Atlantis pada 1 Juni lalu dan menewaskan 228 orang.

Kompensasi itu akan diberikan melalui asuransi perusahaan. AF 447 dari Rio de Janeiro (Brasil) menuju Paris (Prancis) jatuh ke Samudera Atlantik setelah terbang melalui badai. Penyebab kecelakaan belum diketahui. Kapal-kapal Brasil dan Prancis masih menyisiri samudera itu untuk mencari serpihan dan mayat korban. "Sekarang kami akan berkonsentrasi pada langkah pertama yang akan dibayar kepada tiap korban, kira-kira 17.500 euro (sekitar Rp253,6 juta)," ujar CEO Air France Pierre-Henri Gourgeon kepada radio RTL.

"Pengacara asuransi kami di tiap negara akan bicara kepada keluarga korban untuk berusaha dan mengatur pembayaran ini." Gourgeon menyebut kompensasi itu sebagai simpati dari perusahaan, bukan pengakuan atas tanggung jawab. Diketahui, penumpang pesawat nahas itu berasal dari 32 negara, dengan 61 di antaranya dari Prancis dan 58 dari Brasil. Pierre-Jean Vandoorne, duta yang ditunjuk Pemerintah Prancis untuk berhubungan dengan keluarga korban pesawat Airbus A330 itu mengatakan bahwa kompensasi itu sebagai bantuan pertama.

"Kalau kabar yang saya terima ini benar, maka perusahaan asuransi AXA yang akan menghubungkan Air France dan keluarga korban pada aspek konsekuensi kecelakaan ini," tandasnya. "Yang saya ketahui sejauh ini, kompensasi ini tidak akan menjadi halangan terhadap gugatan sipil," ujarnya saat menjawab pertanyaan tentang apakah dengan menerima ganti rugi itu keluarga korban tidak lagi punya hak menggugat Air France.

Menurut Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA), tidak ada bukti yang cukup menguatkan untuk mengganti sensor kecepatan udara pada semua pesawat Airbus A330 setelah kecelakaan AF 447. "Sembari menunggu hasil investigasi kecelakaan, kami meneruskan evaluasi teknis kami, yang mana saat ini tidak memberikan langkah mandat spesifik," kata Daniel Hoeltgen dari Cologne, EASA yang berbasis di Jerman. Investigator Prancis yang menyelidiki kecelakaan AF 447 mengatakan sensor kecepatan udara atau pitot memberikan informasi yang tidak konsisten kepada kokpit.

Data kecepatan udara yang tidak konsisten menyebabkan pilot otomatis mati. Dan dalam kasus yang ekstrem, pesawat berhenti atau terbang dengan kecepatan berbahaya, kemungkinan menyebabkan pesawat pecah di ketinggian yang sangat tinggi. Namun, biro Prancis yang memimpin investigasi bersama Airbus dan Air France mengatakan belum ada bukti nyata yang menghubungkan monitor kecepatan dan kecelakaan AF 447 itu. Air France telah meng-upgrade semua sensor di penerbangan jarak jauhnya sebagai langkah pencegahan setelah protes dari pilot.

Sejauh ini 228 orang yang berada dalam AF 447 dianggap telah meninggal dunia. Juga telah ditemukan 50 mayat korban bersama dengan ekor pesawat dan ratusan serpihan lain.

Wednesday, June 3, 2009

Penyebab Awal Air France Jatuh, Diketahui Akhir Juni

Rabu, 3 Juni 2009 - 18:19 wib
Anton Suhartono - Okezone
PARIS - Penyebab awal jatuhnya pesawat Air France di Samudra Atlantik baru akan diumumkan pada akhir Juni mendatang. Namun dipastikan pesawat dengan nomor penerbangan AF 447 itu, take off dalam kondisi baik.

Pernyataan itu disampaikan kepala Biro Penyelidik Kecelakaan Prancis (FAIB), Paul Louis Arslanian dalam konferensi pers di Paris dan dikutip CNN, Rabu (3/6/2009).

Arslanian menyatakan keraguannya kotak hitam dapat ditemukan. Kedalaman laut menjadi kendala alat itu bisa ditemukan dan diambil. "Kotak berada di dasar laut, sangat sulit, namun kami akan berupaya sebisa mungkin dengan peralatan yang ada," papar Arslanian.

Dia juga belum bisa memastikan kapan pesawat jatuh. Percakapan terakhir dengan menara pengawas bukan menjadi patokan.

Arslanian menambahkan, pihaknya membagi tim dalam empat kelompok. Tim pertama bertugas mengumpulkan serpihan pesawat dan mencari data rekam penerbangan. Tim kedua bertugas memeriksa catatan perawatan pesawat. Ketiga, memeriksa oeprasional pesawat, dan keempat mempelajari sistem dan perlengakapan pesawat

Puing-Puing Air France Ditemukan

Rabu, 3 Juni 2009 - 09:28 wib
Anton Suhartono - Okezone
RIO DE JANEIRO - Tidak diragukan lagi puing-puing yang ditemukan di Samudra Atlantik merupakan potongan pesawat Air France yang dinyatakan hilang sejak Senin lalu.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertahanan Brasil Nelson Jobim, Selasa malam waktu setempat.

Jobim mengatakan pihaknya menemukan bahan bakar dan puing yang tercecer di laut, termasuk kursi pesawat yang mengangkut 228 penumpang dan kru itu.

Jobim menambahkan potongan pesawat Airbus 330-200 itu berserakan di area 5 seluas kilometer. Pihaknya juga akan mengerahkan tiga kapal di lokasi ditemukannya puing untuk mencari kemungkiann bangkai pesawat yang masih ada. Kapal pertama baru akan tiba pada Rabu pagi waktu setempat.

"Mereka akan mulai bekerja sepanjang malam dengan mencari puing lain di area itu menggunakan pesawat," katanya.

Jika ditemukan ada mayat, lanjutnya, akan dievakuasi ke kapal dan dilanjutkan ke bandara terdekat di kepulauan Fernando de Noronha, Brasil, yang berjarak 460 kilometer dari lokasi ditemukannya puing. Dari sana, mayat akan diterbangkan dengan pesawat Angkatan Udara.

Pesawat dengan nomor penerbangan AF447 itu sebelumnya diberitakan hilang pada Senin pagi waktu Paris. Pesawat yang mengangkut 32 kewarganegaraan itu seharusnya tiba di Bandara Charles de Gaulle, Paris pada pukul 11.15 siang. Pesawat berangkat dari Bandara Galaeo, Rio de Janeiro, Brasil, pada Minggu malam

Air France Kemungkinan Meledak di Laut


Selasa, 2 Juni 2009 - 13:56 wib
Anton Suhartono - Okezone



RIO DE JANEIRO - Pesawat Airbus A330-200 milik maskapai Air France yang dinyatakan hilang Senin kemarin, diperkirakan jatuh dan meledak di Samudra Atlantik.

Diberitakan Daily Mail, Selasa (2/6/2009), pernyataan itu disampaikan seorang pilot maskapai penerbangan Brasil yang melewati rute yang sama dengan pesawat nahas itu.

Pilot maskapai terbesar di Brasil, TAM, mengaku melihat ada gumpalan api di laut pada Senin pagi, kemarin. Namun dia tidak mengetahui jika saat itu pesawat Air France dengan 228 penumpang yang dinyatakan hilang.

Pilot TAM saat itu sedang menerbangkan pesawat dengan rute kebalikan dari Air France, yaitu dari Bandara Charles de Gaulle, Paris, Prancis, menuju Bandara Galeao, Rio de Janeiro, Brasil.

Juru bicara Angkatan Udara Brasil Kolonel Jorge Amaral mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki temuan pilot TAM itu. "Ada informasi bahwa pilot TAM melihat beberapa objek berwarna oranye di lautan saat dia melewati wilayah yang sama dengan rute Air France," ungkap Amaral.

Setelah tiba di Brasil, pilot baru mengetahui informasi ada pesawat yang hilang dan langsung mengaitkan penemuannya itu.

Kronologi Hilangnya Air France AF 447


Selasa, 2 Juni 2009 - 12:03 wib
Nurfajri Budi Nugroho - Okezone


PESAWAT Airbus A330-200 milik maskapai Air France hilang di Samudra Atlantik, saat terbang dari Brasil menuju Prancis pada Senin kemarin.

Pesawat dengan penerbangan AF 447 itu meninggalkan Rio de Janeiro menuju Paris pada pukul 19.00 waktu lokal (22.00 GMT) pada Minggu 31 Mei. Pesawat dengan nomor registrasi F-GZCP itu telah beroperasi semenjak April 2005.

Tak lama setelah jadwal kedatangan pesawat di Paris pada Senin 1 Juni pukul 11.15 waktu lokal (09.15 GMT), diumumkan bahwa pesawat tersebut hilang.

Berikut kronologi kejadian yang dicatat BBC: (untuk waktu Indonesia barat ditambahkan tujuh jam)

22.00 GMT, Minggu 31 Mei: AF 447 lepas landas dari Bandara Internasional Galeao di Rio de Janeiro, menuju Bandara Charles de Gaulle di Paris.

01.33 GMT, Senin 1 Juni: Kontak radar terakhir dengan AF 447, berdasarkan angkatan udara Brasil. Pesawat itu baru saja melewati Pulau Fernando de Noronha, sekira 350 km (217 mil) lepas pantai Brasil.

02.00 GMT: Berdasarkan pernyataan Air France, pesawat melintasi kawasan berpetir dengan turbulensi kuat.

02.14 GMT: Sebuah pesan diterima mengindikasikan terjadinya korsleting listrik di pesawat.

07.15 GMT: CEO Air France Pierre Henri Gourgeon memutuskan bahwa situasi sudah sangat serius. Maskapai kemudian mendirikan sebuah pusat krisis.

09.10 GMT: Pesawat Airbus A330-200 AF 447 seharusnya mendarat di Paris.

09.35 GMT: Bandara Paris mengumumkan kepada publik bahwa pesawat menghilang.

10.17 GMT: Angkatan Udara Brasil menyatakan sebuah operasi pencarian dan penyelamatan sudah dalam perjalanan menuju Pulau Fernando de Noronha.

10.36 GMT: Air France menyatakan tidak ada kabar dari pesawat.

11.16 GMT: Menteri Senior Prancis Jean-Louis Borloo mengatakan pesawat sangat mungkin telah kehabisan bahan bakar saat ini. "Kita harus mempersiapkan skenario terburuk," kata dia.

11.42 GMT: Air France mengonfirmasi telah menerima sebuah pesan adanya kerusakan listrik dari pesawat.

12.13 GMT: Air France menduga kerusakan listrik disebabkan pesawat tersambar petir.

13.03 GMT: Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengkhawatirkan adanya warga Inggris yang berada di dalam pesawat itu.

15.15 GMT: Dilaporkan bahwa sebagian besar dari 228 penumpang di pesawat yang hilang itu adalah warga Brasil, sementara 40 berkebangsaan Prancis dan 20 Jerman.

16.32 GMT: Juru bicara Air France menyebut ada 80 warga Brasil di pesawat itu, sementara lainnya berasal dari Jerman, Italia, Amerika, China, Inggris, dan Spanyol.

16.51 GMT: Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengatakan kemungkinan ditemukannya korban selamat sangat tipis.

18.10 GMT: Air France merilis seluruh daftar penumpanhg. Ada 32 kewarganegaraan di dalamnya.(jri)